Berita

Pulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Polman Garda BMI SULSEL Kibarkan bendera perang terhadap Human Traffiking.

bangkitnews.id,-makassar-. Menariknya kehidupan dan janji manis perbaikan ekonomi dengan menjadi PMI Luar negeri menjadi peluang bagi orang-orang tak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dengan menjadi agen penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) tampa mengantongi izin yang legal dari instansi berwenang.

2021 Saja tercatat ada 72.624 PMI yang bertolak dari dalam Negeri dengan 16.809 diantaranya diberangkatkan dengan Legal dan 55.815 berangkat dengan Ilegal. Jumlah pemberangkatan PMI Ilegal tentunya sangat menghawatirkan, yang menurut Garda BMI sangat rentan untuk terjadinya Human Traffiking.

Perdagangan orang atau yang lebih dikenal dengan Human Trafficking merupakan bentuk perbudakan modern dan merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji serta melanggar hak asasi manusia. Saat ini Human Traffiking telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan tersebar di belahan Dunia dan sagat menjamur di Indonesia tegas Andi Aan, Ketua Garda BMI Sulsel.

Agen perekrut buruh migran Ilegal yang berpotensi melakukan Human Traffiking ini, tidak memiliki standar panduan kerja. Tujuan mereka hanya ingin untung saja, tampa memiliki rasa kemanusiaan mereka akan berkelit jika dikemudian hari ada masalah. Salah satunya itu Agen Ilegal atas nama Hj.Nurbia wanita Asal Mapilli Sulbar yang mengaku telah memfasilitasi ratusan PMI ke Arab Saudi salah satunya Wahyuni ini yang berhasil kami pulangkan, jelas Ketua BMI salahsatu badan otonom partai PKB.

Pengurus wilayah Administrasi Gerakan aliansi Rakyat Daerah buruh migran Indonesia (GARDA BMI) Sulawesi selatan Berhasil Memulangkan Wahyuni Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di arab Saudi di duga korban Human Trafficking.Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad menyambung “Alhamdulilah kali ini Garda BMI PKB Sulsel menorehkan Prestasi atas upaya pemulangan Wahyuni PMI Asal Sulawesi barat, dengan Alasan Kemanusiaan Sahabat-sahabat Garda BMI tetap mengurus Wahyuni meski diluar wilayah Kerjanya dengan bekerjasama dengan DPP Garda BMI dan Garda BMI Banten”.

Perusahaan ilegal pelaku Human Traffacking ini, memasang agensi diseluruh Indonesia. Dengan distribusi tenaga kerja wanita dari Dubai paling mayoritas. Dengan alasan Visa Ziarah(wisata) mereka mengirim PMI secara Ilegal untuk bekerja di beberapa negara Arab. Ucap Azhar Arsyad yang juga Anggota DPRD Prov.Sulsel.

Pemerintah harus tegas menindak semua perusahaan dan agensi – agensi yang merekrut tenaga kerja ilegal (unprosedural), Pemerintah dan penegak hukum segera proses hukum, tangkap dan adili para agensi yang terlibat perdagangan manusia. Jangan berikan tempat nyaman untuk mereka yang terlibat dalam perdagangan, perbudakan dan eksploitasi manusia karna perilaku seperti itu tidak memanusiakan manusia jadi harus di hentikan .Jelas Azhar Arsyad.

“Terima Kasih kepada Garda BMI Sulsel dan DPW PKB SULSEL telah mengurus dan memulangkan ibu wahyuni, Insyah Allah ibu wahyuni akan kami kawal terus sampai kampung halaman sampai bertemu dengan keluarganya. Kami akan menindak lanjuti temuan BMI di Sulawesi Barat Terkait human Traffacking ini. Kami akan berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat dan menumpat Perdagangan manusia ini hingga ke akar-akarnya. Tegas wahida pengurus DPC PKB Kab. polman saat ikut dalam penjemputan wahyuni di bandara sultan hasanuddin – Makassar

The Latest

To Top