Berita

Kisah Pilu Wahyuni Pekerja Migran Asal Polewali Mandar Bekerja Dalam Kondisi Sakit Parah di Arab Saudi

bangkitnews.id-polewali- Garda BMI Sulawesi selatan mengembangkan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Polewali mandar , Sulawesi Barat, yang mengaku sudah 6 bulan bekerja di Riyadh sekitar 2 Bulan Ini mengalami sakit di bagian dada (terdapat benjolan dan di bagian perut) Namun tetap di paksa untuk tetap bekerja di tempat majikan oleh pihak penyalur . Bahkan, TKI bernama wahyuni (28) itu harus rela bekerja lembur meski dalam kondisi sakit.

setelah melakukan komunikasi dengan beberapa termasuk pihak sponsor dan keluarga korban dalam hal ini wahyuni,Jika dari hasil pengembangan ada unsur pidananya maka kami akan lanjut status kasus ini ke tahap Pendampingan, tegas andi Anwar Purnomo, ketua BMI Sulsel.

Pihak keluarga memberikan kuasa kepada Garda BMI sulsel untuk melakukan pendamping pemulangan Ibu wahyuni untuk dikembalikan ke kampung halamanya yaitu di desa Lagi-Agi kecamatan Campalagian kabupaten Polewali Mandar. jelas andi an Ketua Badan Otonom Partai PKB ini.

Awalnya Kami menerima laporan ini dari Garda BMI Banten setelah melakukan pendalaman terkait kasusnya hal seperti ini tidak boleh dibiarkan Mafia PMI sedang Berpestapora dan Garda BMIlah sebagai pemadam Kebakaranya, kami juga sudah mendapatkan informasi dan data dari PMI dan kelurga PMI dan segera melakukan pendalaman dengan melakukan tindak lanjut terkait kasus yang menimpa wahyuni.Jelas Ikbal Syihab, salah satu pengurus Garda BMI Sulsel.

Lanjut ikbal Untuk memulangkan PMI yang memiliki 2 anak yang masih kecil yang sudah tidak sanggup bekerja ini, BMI yang merupakan Badan Otonom Partai Kebangkitan Bangsa telah melakukan berbagai cara.

Untuk saat ini wahyuni sudah berada di sekretariat almawarid di Riyadh, namun saat ini belum bisa kembali ke tanah air karena masih ada kontrak selama 1 tahun yang belum selesai. Setelah komunikasi dengan ibu wahyuni dan melihat Visanya juga mati atau sudah tidak berlaku lagi.

Wahyuni mengaku dan mencatat jadwal keberengkatanya ke Jakarta pada tgl 22 /11/2011,saya berangkat ke abu dhabi tgl 25/12/2021,saya berangkat ke Riyadh 12/01/2022,dan berangkat ke kantor Pusat 25/01/2022.

Selama empat bulan bekerja di Arab Saudi dirinya bekerja dalam kondisi menahan rasa sakit yang dialaminya, selama berada di almawarid dan setiap saat terus memeriksakan diri di Rumah sakit, uang khas dirinyapun mulai berkurang meski pengakuan Rumah sakit wahyuni ini dalam kondisi sehat tidak memiliki penyakit apa-apa. Jelas Wahyuni Melalui Via Watshap

“Saya berangkat ke Arab Saudi melalui kenalan Hj.Nurbia,semuanya di awali dengan kondisi ekonomi kebetulan Hj.Nurbia memiliki kenalan di seseorang yang mengaku sebagai agen pemberangkatan PMI dan dia sudah terkenal telah terkenal memiliki jaringan yang sudah memberangkatkan ratusan orang ke arab Saudi tapi saya juga tidak tahu nama perusahaan yang memberangkatkan saya karna awalnya katanya PT. Panca tapi setelah di cari tau kebenaranya ternyata bukan PT. Panca.

Pembina garda BMI Sulsel Irfan Ilyas mengatakan bahwa ini kami masih meraba-raba sebenarnya masalahnya hj.Nurbiah sampai hari ini belum mengungkapkan apa nama perusahaan yang menangani keberangkatan Ibu Wahyuni katanya dia tidak tau apa nama perusahaan hal ini sulit untuk kami percaya soalnya hj.Nurbia sendiri mengaku telah memberangkatkan ratusan orang melalui komunikasi dengan pak sul katanya bosnya.

Sampai malam ini kami tidak bakalan menyerah dan berbagai cara akan kami tempuh untuk memulangkan ibu wahyuni. Tegas Irfan Ilyas.

The Latest

To Top