Berita

Jurnal Warung Kopi, Azhar Arsyad Ajak Sumbangsih Gagasan Brilian Jelang Pilpres

Bangkitnews.id. MAROS, – Jurnal Warung Kopi menggelar diskusi serial ke – 3 dengan sesi topik terkait dinamika politik dan demokrasi lokal di Indonesia dengan tema ‘Kiprah Sulsel dalam Kontestasi Politik 2024.

Kegiatan ini berlangsung di kedai desKopidi dalam area kompleks Bukit Baruga Antang, Makassar (25/6/2021)

Diskusi yang menghadirkan dua Ketua partai politik yakni Ni’matullah Erbe (Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel/wakil Ketua DPRD Sulsel) dan Azhar Arsyad (Ketua DPW PKB Sulsel/ anggota DPRD Sulsel). Serya dua akademisi yakni Dr. Arief Wicaksono (Dekan FISIP UNIBOS) dan Dr. Sawedi Muhammad (sosilog Unhas)

Wahyuddin Junus, founder journal warung kopi menjelaskan bahwa seri diskusi Jurnal Warung Kopi bertujuan untuk memberi aroma intelektual yang berbobot. Dan tidak sekadar menjadi obrolan warung kopi.

“Atas tujuan itu Jurnal Warung Kopi sebagai program diskusi yang diadakan tiap 2 pekanan dengan mengajak akademisi dari kampus dan juga praktisi tuk berbagi pengetahuan” jelasnya.

Sementara itu, Ni’matullah dalam pemaparannya menyampaikan sangat mendukung kegiatan tersebut. Ketua Partai Demokrat Sulsel ini menjelaskan, terkait wacana tiga periode presiden itu tidak ada persoalan sepanjang masih sifatnya gagasan. Karena itu menurutnya hal tersebut sama dengan adanya gagasan khilafah. Ini semua perlu kita bincangkan sebagai ide atau gagasan supaya kita tahu aspek positif dan negatifnya.

Olehnya itu saat ini belum ada celah masuknya tiga periode presiden karena itu sifatnya inkonstitusional. saya kira terkait issue yang berkembang saat ini, yang perlu sebetulnya kita dorong adalah sistem pemerintahan federal. Sebagaimana di negara Amerika Serikat yang terdiri dari negara bagian. Dengan begitu kita dimudahkan untuk mencari dan memunculkan tokoh yang betul-betul teruji.

Sementara itu, Arief Wicaksono memaparkan terkait kondisi politik ini yang semakin mengarah pola “orde baru”, dimana kekuasaan semakin setralistik. Arief tidak segan-segan menyebut ‘orde baru yang baru’.

“Terkait figur Sulsel yang berpeluang, sejauh ini baru Andi Amran Sulaiman yang muncul. Tentu juga nama Syahrul Yasin limpo yang Saat ini berada di kabinet. Namun melihat kecenderungan pimpinan parpol saat ini, sepertinya mereka harus bekerja keras lagi” ujar Dekan unibos ini.

Sementara itu, Azhar Arsyad dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kondisi pemerintahan kita saat ini sangat sentralistik. Salah satu yang paling kita rasakan saat ini yakni recofusing APBD untuk penanganan covid. Dengan peraturan menteri, daerah wajib menjalankan itu. Disisi lain, melemahnya kelompok civil society di level sosial membuat kontrol terhadap pemerintah sangat rendah. Bahkan kondisi organisasi sipil hari ini semakin memprihatinkan.

“Terkait figur Sulsel untuk di usung pada Pilpres 2024, tentu harus mempertimbangkan berbagai indikator sebagai prasyaratnya. Olehnya itu, yang mendesak saat ini adalah bagaimana kita menyiapkan sumbangsih gagasan untuk Indonesia jelang pilres nantinya” jelas mantan Ketua FIK ORNOP Sulsel ini.

Edit Ismail M

The Latest

To Top