Berita

Pilkada 2020 : LSKP penyelenggara tidak terapkan protokol kesehatan

Beberapa temuan LSKP di beberapa TPS, diantaranya, pemilih disabilitas yang memilih tidak menggunakan masker saat, APD Lengkap tersedia, namun maskernya tidak dibagi, tidak cuci tangan karena petugas tidak mengarahkan pada TPS.

Proses penyemprotan tidak dilakukan secara berkala, penyemprotan pada tps hanya diawal pembukaan TPS dan pemberian tanda dilakukan dengan cara di celup, serta membawa anak-anak dalam pemungutan suara.

Selain catatan tentang masalah perapan protokol kesehatan, LSKP juga menemukan beberapa masalah dalam hal logistik, misalnya yang terjadi di sejumlah TPS.
LSKP telah melakukan pemantauan dengan menggerakkan 50 Relawan di 9 Kecamatan dan tempat fasilitas publik seperti Rumah Sakit, Lembaga Pemasyarakatan, dan Balai Rehabilitasi Sosial.

Kordinator Pemantau LSKP, Kafrawi Saenong, dalam konferensi pers LSKP menyebutkan, pelaksanaan Pilkada serentak ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya karena dilakukan dalam kondisi melawan penyebaran pandemi Covid-19.

Secara umum dapat dikatakan berhasil, namun ada beberapa poin penting yang menjadi catatan LSKP, diantaranya terkait penerapan protokol kesehatan.

Meski demikian, LSKP menemukan beberapa hal terkait Protokol Pencegahan Pandemi yang tidak dilakukan dengan disiplin yang ketat.

Beberapa temuan LSKP di beberapa TPS, diantaranya, pemilih disabilitas yang memilih tidak menggunakan masker saat, APD Lengkap tersedia, namun maskernya tidak dibagi, tidak cuci tangan karena petugas tidak mengarahkan pada TPS.

Proses penyemprotan tidak dilakukan secara berkala, penyemprotan pada tps hanya diawal pembukaan TPS dan pemberian tanda dilakukan dengan cara di celup, serta membawa anak-anak dalam pemungutan suara.

Selain catatan tentang masalah perapan protokol kesehatan, LSKP juga menemukan beberapa masalah dalam hal logistik, misalnya yang terjadi di sejumlah TPS

Dalam konfensi pers yang dilaksanakan menghasilkan beberapa Rekomendasi
1.Untuk Pelaksanaan PILKADA/PEMILU kedepan, KPU sebaiknya fokus untuk peningkatan kapasitas KPPS, khususnya yang terkait dengan Akuntabilitas, Teknis pelaksanaan tugasnya.

  1. KPU sebaikanya menerapkan standar operasional dalam distribusi logistik PILKADA untuk memastikan semua TPS memiliki dan menyediakan logistik sesuai standard.

3.Masyarakat diharapkan ikut terlibat dalam memastikan penyelenggaran PILKADA dapat dilaksanakan dengan Damai, Akuntabel, dan Demokratis.

4.Pelaksaan PILKADA dalam pandemi adalah tantangan untuk kita semua, dan kita semua tentu tidak ingin PILKADA justru memperparah penyebaran Virus.
5.Untuk itu PILKADA saat ini menjadi pelajaran buat kita semua untuk bekerjasama dalam merespon krisis dalam bentuk apapun kedepan dengan mengedepankan kedisiplinan dan komitmen mengikuti protokol Kesehatan yang telah sarankan.

5.Mempertimbangkan untuk menggunakan metode alternatif dalam pelaksanaan Pencoblosan pada masa Krisis/Pandemi dengan tetap mempertimbangkan akuntabitas hasil pemilihan.

The Latest

To Top